Day 4 (JawabinPertanyaandariChatGPT)

Menurutmu, Apa Hal Paling Indah yang Dimiliki Manusia Tapi Tidak Bisa Difoto?

Abstrak
Abstrak

Jawaban: Jiwa kita.

Apa yang membuat seorang manusia jadi spesial? Jadi tinggi derajatnya? Yaitu saat jiwa atau ruh ditiupkan ke jasad kita. Tanpa adanya jiwa atau ruh, kita cuma jadi seonggok daging, tulang, dan kentut. Ye, kan? 😂

Yang Abstrak dan Melekat di Jiwa Kita

Meskipun ada simpang siur, kalau ruh pernah ketangkep jepretan kamera dalam beberapa kesempatan (di eksperimen, dokumentasi kecelakaan, dll). Tapi, gua pribadi kurang percaya sama hal itu. Alasannya ya, tentu karena perbedaan dimensi yang ngebuat kita terbatas dan gak mampu melihat hal yang sifatnya abstrak, kayak jiwa atau ruh.

Dan untuk membayangkan adanya hal abstrak kayak jiwa yang melekat di dalam bungkusan daging kita, jujur udah ngebuat gua merasa terpukau. Gimana bisa materi dan non-materi melekat bersama jadi sempurna, dan hal ini berlangsung sejak eksistensi makhluk pertama kali ada di muka bumi. Emejing!

Gak Ada yang Tahu Gimana Bentukan Ruh

Memang, di antara kita gak ada yang tahu gimana bentukan ruh yang sebenernya. Apakah memang bentuknya persis kayak fisik kita, punya mata sipit, idung semi-mancung, sepasang tangan, juga kaki? Atau malah kayak cartoon Casper? Atau cuma sekelebat cahaya gak berbentuk? Entahlah. Kita gak bakal tahu selama di dunia.

Karena Allah SWT bilang, “Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit.” (Q.S Al Isra: 85)

Pengetahuan kita cuma sedikit bangeeeeet. Jadi, sekeras apapun usaha kita dalam membayangkan dan memahami ruh atau jiwa, gak bakal cukup dibanding pengetahuan Allah terhadap ruh. Karena Dia lah yang menciptakannya.

Walau Abstrak Tapi Jiwa Mengandung Banyak Keajaiban

Keindahan yang gua maksud jadi bukan terletak pada bentukan jiwa atau ruhnya. Karena sesuatu yang abstrak sangat sulit buat dibayangkan. Terus apa yang bikin jiwa/ruh itu indah? Keajaiban demi keajaiban yang ada di jiwa/ruh.

1. Keabadian di Dalam Diri Kita

Seperti kita tahu, dunia ini sementara dan tempat bagi semua yang fana. Keabadian hanya bisa kita temukan di akhirat. Tapi… sebenernya di dunia ini kita pun sudah bisa mengalami ihwal keabadian itu, lewat ruh/jiwa yang bersemayam di dalam tubuh kita.

Ruh inilah yang dulunya, sebelum turun ke bumi telah bersaksi di hadapan Tuhan.

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Q.S Al A’raf: 172)

Dan Ruh ini jugalah yang kelak akan menghadapi berbagai alam selepas kematian. Hingga pada akhirnya ditempatkan di surga/neraka selama-lamanya.

Jadi, tanpa kita sadar, sebenernya keabadian itu sudah kita rasakan langsung sekarang. Dan keabadian di dalam diri kita inilah yang kelak juga akan merasakan berbagai pengalaman keabadian lainnya setelah dunia ini berakhir. Betapa mengagumkannya, kan?

2. Pembawa Nikmat Kehidupan

Seperti yang gua bilang di atas (coba scroll lagi 😁), tanpa ruh/jiwa, kita cuma seonggok daging, tulang, dan kentut. Apa spesialnya percampuran unsur, molekul, dan atom yang tak berjiwa? Semua wajah akan pucat seperti mayat, gak ada aura yang memancar, dan kita gak bakal bisa merasakan NIKMAT KEHIDUPAN DI DUNIA INI! 

Kita gak bisa ngerasain mi ayam, seblak, kopi Tuku, matcha yang dicampur ubi ungu, indomie. Kita gak bisa ngalamin rasanya cinta yang membara pada orang yang disuka, rasanya rindu yang manis sekaligus kecut, rasanya ikatan pertemanan yang begitu menghangatkan, rasanya hidup di tengah WNI yang kocak-kocak. Kita gak bisa menikmati pesona langit yang tak berujung, deburan ombak di pantai dan laut favorit kita, begitu juga aroma segar puncak bukit dan gunung yang kita daki, cantiknya tetumbuhan dan rupa satwa yang kelihatan sempurna. DAN MASIH BANYAK NIKMAT KEHIDUPAN LAINNYAAAA!

3. Anugerah Kesadaran Diri

Level kesadaran kita yang jauh lebih tinggi dibanding makhluk lain, ini tentunya gak lepas dari peran ruh yang ada di dalam diri kita. Bila dibandingkan dengan evolusi hewan, evolusi manusia bergerak begitu cepat. Dalam selang 300.000 tahun sejak homo sapiens muncul, kita sudah menjangkau banyak hal yang mustahil untuk dicapai makhluk lain. Kita menghitung luas semesta, berikut juga usianya, kita memikirkan masa depan bumi, kita dapat merekayasa genetik, memiliki kreativitas dan imajinasi yang begitu kaya, membuat kecerdasan buatan, dan banyak lagi!

Selain itu, satu hal luar biasa yang juga dibawa ruh/jiwa pada manusia adalah FITRAH. Bawaan/dorongan universal yang ada di semua manusia semenjak kita lahir. Tanpa adanya fitrah, mana akan ada nilai moral, mana ada aturan?!

Usaha untuk merumuskan nilai moral dan membuat berbagai aturan lahir dari adanya kesamaan dorongan di dalam diri setiap manusia untuk mengejar kebaikan dan kebenaran, serta menghindari keburukan dan kesalahan. Meski sayangnya, akan selalu ada banyak manusia yang tak mendengarkan fitrahnya atau hanya mengikuti dorongan fitrah yang buruk-buruk.

Jadi, apa yang membuat jiwa/ruh indah? Tentu bukan rupanya, melainkan karena keajaiban yang dibawanya pada diri manusia. Sayangnya, tak akan ada kamera yang mampu mendokumentasikannya. Hanya kita yang bisa melihatnya langsung kelak saat kita telah mati dan pergi menuju alam keabadian, kampung halaman kita bersama.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *